top of page

Sosial Project    HUT Palafne ke-37

Slogan                    : Satu Pandan, Berjuta Makna untuk Penyu

Judul                       : Pemanfaatan Pandan untuk Mendukung Keberlangsungan Hidup Penyu

Lokasi                     : Pantai Goa Cemara, Bantul, DIY

Hari/Tanggal          : Minggu, 16 Februari 2025

Narasumber            : Fajar Subekti

Jurnalis                   : Aqma & Azzel

  • Facebook
  • Twitter
  • LinkedIn
  • Instagram
WhatsApp Image 2025-03-04 at 12.12.18_69462566.jpg

   Bertepatan dengan hari Minggu, tanggal 16 Februari 2025 PALAFNE, atau Organisasi Pecinta Alam DEB SV UGM melakukan kegiatan sosial project penanaman pandan yang dilaksanakan di Pantai Goa Cemara, Bantul, Yogyakarta. Tidak hanya anggota aktif saja yang mengikuti kegiatan ini, PALAFNE turut mengajak beberapa mahasiswa dari Departemen Ekonomika dan Bisnis SV UGM sebagai volunteer dengan tujuan supaya mahasiswa DEB SV UGM lebih peka dan juga andil dalam merawat dan melestarikan lingkungan sekitar khususnya di daerah Yogyakarta. Kegiatan sosial project ini merupakan program kerja tahunan yang diadakan untuk memperingati hari kelahiran PALAFNE, tepatnya pada tanggal 12 Februari 2025, PALAFNE genap berusia 37 tahun. Sosial Project tahun ini, PALAFNE mengangkat tema yaitu “Merangkul Alam, Membangun Kelestarian.” Dari tema tersebut, dapat disimpulkan bahwa teman-teman PALAFNE mengajak serta mengingatkan kita semua untuk bersama-sama peka terhadap alam, tidak coba-coba merusaknya sedikitpun, pelan-pelan kita perbaiki alam kita, sehingga kita dapat melestarikan kekayaan alam Indonesia milik kita semua.

      Kegiatan penanaman pandan ini diikuti oleh sekitar sebanyak 30 orang yaitu panitia dan juga volunteer. Penanaman pandan ini tidak dilakukan secara mandiri, PALAFNE bekerja sama dengan pihak konservasi, pemandu kegiatan ini bisa disebut dengan pokdarwis, nama beliau adalah Fajar Subekti. Ketika panitia dan juga volunteer semua sudah berkumpul di pendopo, acara dibuka oleh MC (Farah Dhiba), dilanjutkan sambutan oleh Ketua Pelaksana (Wahyu Dwi Astuti) dan Ketua Umum (Retno Mutia), penjelasan singkat mengenai pandan dan juga penyu oleh pokdarwis, kemudian dilanjutkan untuk tanam pandan dan mengunjungi rumah konservasi penyu dan acara terakhir yaitu games dengan tujuan supaya antar kekeluargaan warga DEB semakin hangat. Acara ini dikemas dengan baik dan seru agar panitia bahkan volunteer memiliki memori yang indah di semasa perjalanan hidup mereka.

       Terlihat dari antusiasme para panitia dan volunteer yang memiliki rasa sayang kepada alam, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Setelah pembukaan acara dan sambutan-sambutan, pokdarwis menjelaskan sejarah adanya konservasi penanaman pandan dan penyu kepada para peserta. Pokdarwis mengatakan bahwa populasi penyu di dunia semakin menipis, contohnya seperti penyu legang, penyu hijau, penyu sisik, dan penyu yang paling langka yaitu penyu belimbing. Para penyu tersebut sering bermigrasi ke wilayah pantai goa cemara karena wilayah pantai tersebut pasirnya lembut, jika ke arah timur sedikit, pantainya sudah banyak karang, kalau arah barat, tanahnya terdapat karang-karang kecil. Tanaman pandan ini berguna untuk membantu penyu-penyu tersebut mendarat dan juga untuk menyimpan telur-telur dari pemangsa. Alasan memilih memperbanyak tanaman pandan di pesisir pantai goa cemara yakni karena tanaman pandan paling barrier, bisa ditanam di pasir, pohonnya kuat sehingga memiliki daya tahan yang lama, serta pandan bisa menjaga ekosistem terutama di laut.

      Setelah mendengarkan penjelasan dari pokdarwis (Pak Fajar), para peserta menuju ke lokasi penanaman pandan, berjarak kurang lebih 30-40 meter dari bibir pantai, di sana sudah disediakan tanaman pandannya oleh pihak konservasi. Sebelum melakukan penanaman, para peserta diberi arahan tentang prosedur penanaman pandan. Seperti pemegangan pandannya dan juga cara supaya pandannya bisa tegak ketika di tanam. Disediakan pula sekop agar memudahkan peserta untuk menggali tanahnya. Kurang lebih ada 30 pandan yang ditanam, menghabiskan waktu sekitar 20 menitan, terlihat cepat karena pekerjaan tersebut dilakukan secara bersama-sama.

      Waktu penanaman pandan sudah selesai, para peserta diajak oleh pokdarwis untuk mengunjungi tempat tukik berada. Sekitar 100 meter dari lokasi penanaman pandan, di sanalah para tukik di rawat. Di sana juga diberi penjelasan singkat mengenai tukik oleh pokdarwis. Mulai dari jangka waktu bertelur, kapan tukik/penyu bermigrasi, hingga bagaimana jenis kelamin tukik bisa diketahui. Para peserta juga diizinkan untuk memegang serta berfoto dengan tukiknya. Setelah puas bermain dengan tukik, peserta diarahkan ke pendopo lagi untuk beristirahat sebentar sebelum melanjutkan acara.

      Cuaca pada saat itu lumayan terik, namun semangat peserta terlihat masih membara pada saat itu, dan acara pun dilanjutkan dengan bermain games bersama di bawah pepohonan cemara. Terdapat 3 permainan yang kami lakukan untuk menambah rasa kekeluargaan antar peserta, peserta mengikuti dengan gembira. Di penghujung kegiatan, dilakukan foto bersama dan membuat konten video, kegiatan yang manis dan sangat berkesan.

      Ini merupakan sosial project yang bermakna bagi para peserta sebagai makhluk di muka bumi dengan alam. Kegiatan ini sebagai pengingat akan kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikan nikmat alam raya yang dititipkan oleh Sang Pecipta.

       Pak Fajar selaku Pokdarwis berharap dengan adanya kegiatan sosial projet tersebut memberitahukan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian alami dari kehidupan, sehingga bukan menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan dimanapun kita berada, dan ketika generasi mendatang dapat tumbuh dengan kesadaran yang tinggi bahwa setiap tindakan memiliki dampak yang kuat terhadap kelestarian, sederhananya seperti bagaimana cara kita mengolah sampah yang telah kita hasilkan menjadi suatu hal yang tidak dapat mencemari lingkungan sekitar kita. Berawal dari kesadaran dari diri sendiri, kemudian menyebar ke kerabat sehingga ke masyarakat luas sampai tumbuh perasaan takut untuk mencemari dan merusak lingkungan maupun alam sekitar. Karena dengan adanya individu yang peduli terhadap keberlanjutan, diharapkan suatu saat dapat berperan dalam mendukung kebijakan dan regulasi yang dapat mendukung pelestarian lingkungan.upaya pelestarian bukan selalu berbentuk dukungan finansial, tetapi dapat dilakukan dengan  edukasi dan menyebar luaskan informasi pentingnya pelestarian di media sosial sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian.

Contact

I'm always looking for new and exciting opportunities. Let's connect.

- Togor (Nawasena 2023)

Instagram:

Jl. Prof. DR. Drs Notonagoro, Karang Malang, Caturtunggal, Kec.Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281

Youtube:

@palafne online

Subscribe to Our Palafne Article

Contact Us

bottom of page